Rabu, 29 Oktober 2014

TAFSIR INDEPENDENSI HMI (HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM)



TAFSIR INDEPENDENSI
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

A.   PEDAHULUAN

Menurut fitrah kejadiannya, maka manusia diciptakan bebas dan merdeka. Karenanya kemerdekaan pribadi adalah hak yang pertama. Tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari pada kemerdekaan itu. Sifat, suasana bebas dan kemerdekaan seperti diatas, adalah mutlak diperlukan terutama pada fase/saat manusia berada dalam pembentukan dan pengembangan. Masa/fase pembentukan dari pengembangan bagi manusia terutama dalam masa remaja atau generasi muda.
Mahasiswa dan kualitas-kualitas yang dimilikinya menduduki kelompok elit dalam generasinya. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis adalah ciri dari kelompok elit dalam generasi muda, yaitu kelompok mahasiswa itu sendiri. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis yang di

TAFSIR TUJUAN HMI



TAFSIR TUJUAN

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


I.  PENDAHULUAN


Tujuan yang jelas diperlukan untuk suatu organisasi, hingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat dilaksanakan dengan teratur. Bahwa tujuan suatu organisasi dipengaruhi oleh suatu motivasi dasar pembentukan, status dan fungsinya dalam totalitas dimana ia berada. Dalam totalitas kehidupan bangsa Indonesia, maka HMI adalah organisasi yang menjadikan Islam sebagai sumber nilai. Motivasi dan inspirasi bahwa HMI berstatus sebagai organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi kader dan yang berperan sebagai organisasi perjuangan serta bersifat independen.

Pemantapan fungsi kekaderan HMI ditambah dengan kenyataan bahwa bangsa Indonesia sangat kekurangan tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup  yang terpadu  antara pe

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR



STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Oleh : BADAR KUMEIRA
Disampaikan pada Senior Course (SC) tingkat Nasional
HMI Cabang Kerinci

A.      Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran
Pada berbagai situasi proses pembelajaran seringkali digunakan istilah yang pada dasarnya dimaksudkan untuk menjelaskan cara, tahapan, atau pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, walaupun pada dasarnya memiliki kemiripan makna, namun pada dasarnya istilah-istilah tersebut memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya, sehingga seringkali orang menjadi bingung dan sulit untuk membedakannya . Istilah-istilah tersebut adalah :
1.         Pendekatan pembelajaran
2.         Strategi pembela

Kamis, 23 Mei 2013

METODE HYBRID



I.         Pengantar
Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang desain metode yang menggunakan beberapa jenis data dan metode yang kemudian disebut dengan metode hybrid. karena metode ini biasanya dikembangkan dengan menggabungkan fitur dari dua atau lebih metode analisis jabatan.
Metode Hybrid mencakup tiga bagian yaitu :
1. Metode Kombinasi analisis pekerjaan
2. Desain Multimetode pekerjaan dengan Kuesioner
3. Jaringan Informasi Kerja
Dalam makalah ini akan dijelaskan masing-masing bagian tersebut sesuai dengan urutannya.

II.      Kombinasi Metode Analisis Pekerjaan
Kombinasi Metode analisis jabatan (Levine dalam Brannik, 2007) mengadopsi metode dari beberapa ahli yang berfokus pada tugas, seperti analisis jabatan fungsional dan Tugas Inventarisasi. Hal ini memberikan kita informasi tentang apa yang akan dilakukan pada sebuah pekerjaan dan bagaimana mendapatkan informasi yang penting untuk tujuan hukum, kuasa-hukum dan lain sebagainya.
1.    Menetapkan Tugas
Tugas umumnya menghendaki perubahan atau upaya untuk mengubah beberapa material, orang, produk, materi pelajaran atau pengumpulan data dari satu bentuk ke dalam bentuk lainnya. Perubahan dicoba dengan cara mengupayakan seorang pekerja baik diterapkan secara langsung atau diberikan melalui penggunaan alat-alat tertentu, mesin, peralatan atau alat bantu kerja.

KAWASAN EVALUASI

KAWASAN PENILAIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
A.    Pengertian Penilaian
Dalam arti yang luas penilaian adalah aktivitas manusia sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menakar nilai aktivitas atau kejadian berdasarkan kepada sistem penilaian tertentu. Pengembangan program pendidikan formal menuntut perlunya program penilaian yang bersifat formal pula. Penilaian program-program ini memerlukan penerapan prosedur yang lebih sistematik dan ilmiah.
Berikut ini adalah yang termasuk dalam kawasan penilaian :
PENILAIAN
Analisis Masalah
Pengukuran Beracukan Patokan
Penilaian Formatif
Penilaian Sumatif

Ahli kurikulum Ralph Tyler dikenal orang sebagai pencetus gagasan tentang penilaian pada tahun-tahun 1930an. Pada tahun 1965 hal tersebut terlihat dalam naskah “Ele